The Bomber Children

Dua hari yang lalu terjadi ledakan bom di beberapa gereja di Surabaya, pelakunya adalah bapak ibu dan melibatkan anak-anak mereka bahkan yang masih berusia dibawah 10 tahun. Anak-anak!! Korbannya pun ada anak-anak, yang mungkin lagi seneng-senengnya bermain dan belajar naik sepeda.

Saya tidak akan menulis tentang agama, tentang paham radikal atau apa pun yang orang dewasa sering pikirkan. Orang dewasa kadang sangat bodoh. Sangat menjemukan. Terlalu banyak teori. Dan banyak lagi pikiran-pikiran mereka yang sesungguhnya membuat hidup mereka sendiri lebih ruwet. Saya akan menuliskan tentang anak-anak itu, yang karena kebodohan orang dewasa hingga harus mengakhiri masa kanak-kanak mereka yang membahagiakan dengan begitu singkatnya. Orang kebanyakan akan menilai kematian itu sebuah hal yang menyedihkan, tapi menurut saya, ada sisi membahagiakan disana. Bahagialah kalian anak-anak yang tidak perlu menjadi dewasa dan terjerat kebodohan seperti kami. Bahagialah kalian anak-anak yang mengisi dunia kalian dengan tawa riang tanpa beban, dan membawa tawa tersebut hingga ke alam kalian sekarang. Tertawalah. Teruslah tertawa. Dan bermainlah di taman-taman surga.

Anak-anak bagaikan kanvas putih, maka bebaskanlah ekspresi kalian tanpa batas untuk menciptakan keindahan, lukisan yang mungkin orang dewasa menilai itu coretan tanpa bentuk. Biar saja, orang dewasa memang bodoh dan tidak akan memahami karya seni kalian. Mereka terlalu terikat pada definisi, pada bentuk, pada kata, pada aturan dan akhirnya terjebak dalam dunia sempit mereka. Dunia mereka hitam putih. Dunia kalian penuh warna.

Saya yakin, kalian adalah jiwa-jiwa suci yang tak akan membawa setitik kebencian pun dalam hati kalian, jangan….jangan meniru kami orang dewasa yang penuh dengan benci dan amarah. Tetaplah menjadi kanvas putih dan lukislah hidup kalian sekarang, di alam sana, dengan tawa riang, dengan kepolosan pandangan mata kalian, dengan jemari mungil kalian. Kelak para malaikat akan menjemput kalian dan membimbing tangan mungil kalian, menuju-Nya. Saat di hadapan-Nya nanti, maafkanlah kami orang-orang dewasa bodoh ini. Orang-orang dewasa yang penuh benci dan amarah. Maafkan kami ya….

Every child is an artist. The problem is how to remain an artist once he grows up.” – Pablo Picasso

pexels-photo-356842.jpeg

Advertisements