The Power of Alhamdulillah

Sebulan belakangan ini saya mengalami nyeri otot pada panggul sebelah kanan, entah apa sebabnya. Karena otot panggul adalah termasuk persendian yang utama untuk berjalan dan bergerak, maka bisa dibayangkan setiap saya menggerakkan kaki nyeri itu terasa hingga ke lutut dan pinggang, wadaaww….rasanya bisa bikin meringis sambil pegangi boyok kayak nenek-nenek..#sakitnya tuh di bokoongg..hiks.

Karena saya termasuk orang yang gak suka sama dokter, eh maksudnya males ke dokter jadi rasa sakit itu saya biarkan aja. Saya sudah pernah kena plantar fasciitis di tumit kanan. Sewaktu saya bawa ke dokter ahli syaraf hanya diberi obat pemati rasa sakit, jadi begitu kerja obat hilang maka rasa nyerinya timbul lagi. Jadinya saya males kalo ntar kejadiannya sama kayak gitu. Lalu bagaimana akhirnya plantar fasciitis saya bisa sembuh total setelah tersiksa selama berbulan-bulan terpincang-pincang? Melalui sholat tahajjud. Bukannya saya melakukan tahajjud dengan niat menyembuhkan penyakit, tapi tanpa saya sadari hal itu menyembuhkan nyeri di tumit kanan saya, alhamdulillah.

Berbekal pengalaman tersebut, maka saya merasa gak perlu ke dokter. Tetapi ternyata nyerinya gak hilang-hilang, bahkan makin parah. Saya sedikit bertanya dalam hati, eh kok belum sembuh ya? Hehehee…nanyanya sama Tuhan itu. Gak sopan kan. Karena saya merasa telah berlaku gak sopan pada Tuhan, akhirnya pada hari Sabtu kemaren saat sholat tahajjud saya mohon ampun dan berdoa dalam sujud saya (sambil meringis karena bokong nyeri buanget), “Ya Allah, alhamdulillah telah Kau beri rasa sakit ini. Hamba tidak tahu apa tujuan-Mu, namun apa pun itu pastilah Kau memiliki maksud yang baik. Hamba ridho atas rasa nyeri ini”. Begitulah kira-kira doa saya saat itu.

Sabtu pagi saya tetap memaksa diri untuk ikut kelas yoga, meski tetap dengan wajah meringis kesakitan dan mengaduh-aduh. Guru yoga saya sampe tertawa dholim ngeliat saya kesakitan, beehhh. Selesai yoga, saya membeli makanan kucing dan berjalan memasuki toko sambil megangi pinggul kanan, tetap dengan wajah meringis manis #udah dari sononya manis sih yaa hehehe. Om yang jualan ngeliat raut kesakitan saya, dan memberi saya 2 buah salonpas. Sambil nyengir saya terima dan ngucapin terimakasih, si Om ini emang baik orangnya.

Sore hari kegiatan saya lanjutkan dengan ikut kelas zumba. Bentar bentar, kenapa sih saya ngotot ikut olahraga padahal lagi sakit gitu? Alasannya karena gak mau rugi, bayar fitness itu jutaan dan cicilannya aja masih bikin kartu kredit saya jerit-jerit. Yoga juga kalo gak dipake kena sistem hangus. Jadi daripada nyerinya pindah ke dompet, mending saya nekad ikutan dengan gerakan seadanya. Begitu loh sodara-sodara hehehe…

Pada hari Minggu saat lagi jalan-jalan, tiba-tiba saya menyadari bahwa rasa nyeri itu kok sudah hilang? Gak sedikitpun nyeri saat saya menggerakkan kaki saya. Alhamdulillah, ternyata sakitnya mendadak sembuh. Saya tidak berani mengatakan bahwa doa saya langsung diijabah oleh Allah swt karena siapalah saya ini, bukan siapa-siapa. Namun saya yakin bahwa rasa pasrah dan ridho atas pemberian-Nya, yang benar-benar tulus memang harus selalu kita lakukan, disamping usaha-usaha kita untuk keluar dari suatu permasalahan. Dalam hal ini, saya tetap melakukan exercise yang mungkin bisa membuat otot tersebut kembali ke jalan yang benar, eh…hahahaa.

Laa haula wala quwwata ila billah, alhamdulillah.

Love in the Dark – Adele

Take your eyes off me so I can leave
I’m far too ashamed to do it with you watching me
This is never ending
We have been here before
But I can’t stay this time
’cause I don’t love you anymore
Please stay where you are

Don’t come any closer
Don’t try to change my mind
I’m being cruel to be kind

I can’t love you in the dark
It feels like we’re oceans apart
There is so much space between us
Maybe we’re already defeated
Ahhh yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah everything changing

You have given me something I can’t live without
You mustn’t underestimate that when you are in doubt
But I don’t want to carry on like everything is fine
The longer we ignore it all the more that we will fight
Please don’t fall apart
I can’t face your breaking heart
I’m trying to be brave
Stop asking me to stay

I can’t love you in the dark
It feels like we’re oceans apart
There is so much space between us
Maybe we’re already defeated
Ahhh yeah yeah yeah
Yeah yeah yeah everything changing

We’re not the only ones
I don’t regret a thing
Every word I’ve said
You know I’ll always mean
It is the world to me
That you are in my life
But I want to live
And not just survive

That’s why I can’t love you in the dark
It feels like we’re oceans apart
There is so much space between us
Maybe we’re already defeated
Ah-yeah-yeah-yeah-yeah-yeah-yeah everything changed me
I-I-I-I-I don’t think you can save me

 

Putus. Pisah. Cerai.

Tiga kata yang terdiri gak lebih dari lima huruf, tapi mungkin membutuhkan lebih dari lima tahun untuk sampai pada keputusan itu….

Saya jadi baper karena lagu ini, mungkin karena everything in this song made me so, atau ada unsur kesengajaan dari saya pribadi agar bisa mendapatkan mood’s booster buat nulis. Jadi tulisan kali ini bukan hanya mengenai arti lagu tersebut tapi juga mengandung curcol dan hasil curcolan orang lain juga, hiks…here we go

Bagian pertama lagu ini menggambarkan betapa sulitnya mengambil sebuah keputusan untuk berpisah. Gak tega gituh, apalagi kalo dia ngeliatin sambil memandang penuh cinta, meleleehh….Tapi gak bisa, gak bisa ini harus terus, karena bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi, tapi yang kemaren-kemaren gatot mulu. Kali ini udah mentok, I can’t stay this time. Itu tadi saya bilang diatas, gak gampang lho mau pisah itu, proses untuk menjadi sebuah keputusan yang bulet-lett itu bisa bertahun-tahun lamanya. Ada banyak faktor penyebab kenapa jadi berat berpisah antara lain; masih ada cinta (meski tinggal sekian persen), ketergantungan baik finansial atau non-finansial (udah biasa ada yang nganter kemana mana misalnya…ini pisah ama sopir, yaks?), anak-anak (jika punya), orang tua, kakak, adik, teteh, aa dll. *halahhh kayak iklan mobil….Terkadang kita harus jadi jahat dan mengambil peran antagonis untuk bisa mendapatkan akhir yang baik, gitu kata si Adele.

I can’t love you in the dark. Ini artinya bukan gak bisa mencintai pas mati lampu, beehh…Maksudnya, gak bisa mencintai (atau terus mencintai) dalam kondisi yang gak jelas, gak ada tujuan mau kemana hubungan ini. Kalaupun ada tujuan, tapi masing-masing tujuannya berbeda, plus cara mencapai tujuan itu juga beda banget, yang satu nyetirnya kalem yang satu ngebuutt sampai ngepot gitu. Nah jika yang satu ke Bandung naik Go-jek, yang satunya ke Surabaya naik delman istimewa kududuk dimuka, kan jadi gak nyambung jek….Udah kayak terpisah oleh lautan, so much space between us. Us?? Lo aja kaleee…kwkwkwk. Kadang daripada ngeyel, ngaku aja kalau kita udah kalah, dan gak bisa mempertahankan sebuah hubungan yang udah ancur dan gak tau arahnya kemana. Kita gak bisa berpura-pura everything is fine, karena semakin kita cuekin (seolah-olah masalah bisa selesai sendiri tanpa kita cari pemecahannya) maka akan semakin besar potensi kita bertengkar. Urusan kecil aja bisa bikin meledak kayak bom teroris.

Everything changed. Iya sih dulu cinta, sudah melalui banyak hal yang indah dalam kebersamaan. Namun dalam perjalanan hidup gak ada yang tetap, dan kita dituntut untuk menyesuaikan diri dengan semua hal tersebut. Kita punya harapan baru, target baru, tujuan yang lebih jauh dll. Jika ini kita tidak bisa capai bersama, lalu ngapain tetap bertahan? Just because something good has happened, they shouldn’t necessarily stay together. Jadi please gak usah berantakan gitu, be strong lah, kalau kamu mewek aku jadi gak kuat nihh….no lebay please. Banyak kok yang juga terpaksa pisah dan mendapatkan kehidupan baru dan pengalaman baru. Jadi gak ada yang perlu disesali dalam hidup ini. Ntar juga kamu bakal dapetin ganti yang baru kok #mudah-mudahan yang cakepnya gak ngelebihin saya, aamiinn…hihihii

 Kalimat favorit saya dalam lagu ini adalah “but I want to live, and not just survive”. It’s really meaningful. It’s about how to live a world or our life. Kita gak cukup hanya semata-mata bertahan untuk bisa survive. Ngepress banget itu sih, kita butuh lebih daripada itu. Kita butuh meraih harapan dengan mengerahkan segenap kemampuan terbaik kita. Jika memang harus move on, ya we have to move on somewhere else or with someone new. Ada harapan baru diluar sana, dan sorry lue gue ends. Tittt.

Hello?

 Eh, kan udah tittt!

 Ok, tittt…

 Iya, tittt. Beneran, ini tittt. Tittt!!

 

 Note : Tadinya saya mau menuliskan ini dengan lebih dramatis koreantis gitu, bercucuran air mata lah, namanya juga tentang perpisahan. Tapi gak bisa. Maaf ya, Adele.

 

Kinda Promotion…

tahukah lagu yang kau suka?

tahukah buku yang kau baca?

tahukah rumah yang kau tuju?

…………

itu aku

………..

percayalah itu aku

 

September 6, 2016

Tak Mampu Mendua

Mendua aku tak mampu

Mengikat cinta bersama denganmu

Maaf jika kau terluka

Saat aku memilih dirinya

                    (Kahitna – Tak Mampu Mendua)

 

Sekali lagi Kahitna 🙂

Lagu ini aslinya berkisah tentang si Yovie, atau Heidi Yunus…whoever, yang ditinggal gebetannya karena tidak mau meningkatkan status si gebetan menjadi terdaftar (red : di KUA). Gak mampu mendua katanya, idiihh…bukannya sudah ya? Membagi cinta untuk dua orang. Jika membagi gaji untuk dua istri, nah itu beda lagi judulnya, itu sih poligami :/

Cinta dan komitmen memang selalu berdampingan, meski tak selalu sejalan. Ibarat keduanya sama-sama mengarah ke barat namun yang satunya jalan biasa sementara yang satunya jalan tol. Seperti yang sudah pernah saya tuliskan tentang Cinta Tak Harus Memiliki, walaupun ternyata banyak juga yang memilih sebaliknya. Saya sendiri, at this point, sudah mencapai definisi cinta yang lain, sehingga kontroversi memiliki atau tidak memiliki sudah tidak menjadi pikiran saya, huehuehuee….

Saya bisa memahami betapa susahnya mendua itu, tapi urusan hati terkadang susah diatur, mana bisa menghentikan cinta yang datang menyapa? Sehingga ada jargon Cinta Tak Pernah Salah, yang sering digunakan sebagai senjata (alasan pembenaran) di dunia persilatan eh percintaan. Dan katanya, hati itu seluas samudra, sehingga bisa menampung cinta sebanyak-banyaknya. Tentu, terlepas dari resiko dan konsekuensi masing-masing. Itulah pemahaman saya tentang cinta, hingga setahun yang lalu.

Lalu tiba-tiba saya mengalami jatuh cinta (lagi). Cinta yang membuat airmata tertumpah. Cinta yang timbul karena menyadari betapa besar cinta yang telah saya terima, dan tidak akan pernah bisa saya balas sepantasnya. Cinta yang selalu memaafkan. Cinta yang menerima saya apa adanya. Cinta yang selalu memberikan yang terbaik tanpa pernah saya minta. Cinta yang tidak menuntut apapun dari saya. Cinta yang selalu merindukan kehadiran saya meski saya sering melupakannya.

Menyadari saya telah dicintai sedemikian rupa, bagaimana saya bisa menduakan cinta ini? Bagaimana jika saya kehilangan segala yang telah saya dapatkan, kehilangan pemberian, perhatian, kasih sayang berlimpah-limpah itu? Sungguh, saya tak mampu mendua.

Dan mengalunlah lagu Kahitna dengan definisi cinta yang lain….

Maaf jika kau terluka, saat aku memilih diri-NYA

Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani mengatakan, manusia diciptakan hanya memiliki satu hati. Tidak bisa hati ini diisi dengan cinta kepada makhluk dan cinta kepada-Nya. Tak akan pernah cukup luas hati untuk menduakan cinta pada Sang Pemilik Hati, meski dikatakan hati kita seluas samudra. Salah satu harus menyingkir. Bohong jika ada yang berkata mereka bisa menduakan cinta semacam itu.

Cinta-Nya yang Maha Agung, jika kita masih memiliki cinta lain di hati, maka Dia akan sabar menanti kembalinya kita. Dia akan selalu mengawasi kita dengan was-was dan cemas apakah hingga akhir usia kita akan sampai pada-Nya. Ahhh, bagaimana saya bisa menduakan cinta ini? Semoga kamu bisa memahami.

 

“…andai aku dapat menata jalanku

‘kan kucari jalan yang tak bernestapa….”

jalanku

jalan yang tak bernestapa….

 

 

2015 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 9,700 times in 2015. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 4 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Aquascape Ala Kepo

Teman saya telah menuliskan pengalaman dia dalam membuat aquascape murah meriah disini, dan melihat keindahan aquascape dia, saya pun jadi latah ikut-ikutan membuat aquascape. Berikut akan saya tuliskan pengalaman membuat aquascape ala kepo….

Sebetulnya saya gak sengaja aka terpaksa membuat aquascape. Gara-garanya, akuarium bulat yang dihuni 2 ekor ikan air tawar yang tersisa – korban penggusuran dari akuarium besar yang saya jadikan air laut – pecah saat dibersihkan oleh asisten RT saya. Jadi saya harus membeli akuarium baru untuk menampung ikan-ikan tersebut. Bahkan, karena saya gak buruan beli akuarium baru, seekor ikan melompat keluar dari akuarium pecah yang masih bisa menampung mereka dengan air sedikit dan posisi yang dimiringkan. Yes, committed suicide, Innalillahi wainnailaihi rojiun….

Demi kelangsungan hidup seekor ikan yang tersisa, esoknya saya membeli akuarium baru. Di tempat penjualnya ternyata juga ada perlengkapan untuk membuat aquascape seperti tumbuhan, bebatuan, dan lain-lain. Jadilah saya sekalian nekad membuat aquascape sederhana, dengan akuarium ukuran 30x25x25cm, saya isi dengan 5 tumbuhan air, batu koral dan aerator 3 watt. Kata si penjual sih cukup buat akuarium seukuran itu. Total saya habis 200 ribu untuk aquarium baru ini.

Sampai di rumah saya tata aquascape ala kepo mendadak saya, sangat sederhana, jauhlah dibandingkan sama hasil karya teman saya. Tapi saya cukup puas karena aquascape minimalis (karena gak ada apa-apanya) ini lumayan bikin segar mata. Dan gak pake teori yang harus nunggu ekosistem tumbuh segala, ikan tawar semata wayang saya langsung saya cemplungin…plung 😀 Welcome to your new home 😀

aquascape dan penghuni tunggalnya...(before)

aquascape dan penghuni tunggalnya…(before)

Selama tiga hari pertama, kondisi aquascape saya menunjukkan hasil yang membahagiakan; ikannya masih hidup, air kian jernih sehingga tumbuhan hijau yang melambai-lambai di dalamnya kian indah. Tapi menginjak hari keempat mulailah ada masalah. Entah mengapa, aerator mulai gak lancar memompa airnya, lalu permukaan air jadi berbusa-busa kayak air di ember cucian. Ikan saya yang tadinya masih lincah berenang-renang, mulai ndekeeem aja di bawah. Besoknya si ikan mulai gak doyan makan. Besoknya lagi, si ikan cuma berdiri eh, berenang pas dibawah timpaan air dari aerator, dikira Jacuzzi kali yaa…Saya sudah mulai khawatir ngeliat ikan saya yang galau. Kok tau? Iya kelihatan dari wajahnya dan kelakuannya. Mommy Kepo kan udah expert banget dengan kegalauan, sampai-sampai ikan galau pun saya tau gelagatnya.

Puncaknya adalah ketika anak saya, yang baru pulang dari Persami di sekolahnya, mungkin karena teler kurang tidur lalu mematikan aerator. Maksudnya sih biar airnya gak berbusa-busa. Walhasil, saat saya malam terbangun dan nengok aquarium saya, si ikan udah mengapung alias tewas 😦  Huuhuuu, sedih banget, karena ikan ini sudah lama banget jadi anggota keluarga kami, hampir setahun dia bertahan dengan kondisi gak nyaman, bahkan tergusur sampai 2 kali. Di saat semua temannya satu demi satu mati, dialah yang terakhir hidup. Bahkan saya sudah berencana memasukkan dia ke dalam Kartu Keluarga sebagai apresiasi terhadap kemampuan dia mempertahankan hidup….Innalillahi wa innailaihi rojiun….

Dan hanya dalam waktu kurang lebih 10 hari, aquascape saya pun wassalam….

after :(

after 😦

Sekarang yang tersisa adalah akuarium air laut yang kondisinya, kata teman saya, cocok jadi akuarium uji nyali dunia lain, saking gelap dan sepinya…kwkwkwkw 😀

aquascape dengan tema horror :D

aquascape dengan tema horror 😀

Sketsa Cemburu

Ada sebentuk rasa cemburu hinggap semalam, cemburu yang tidak relevan dengan kekinian dan realitas. Nyatanya, rasa itu ada dan membuat saya harus mencari jalan untuk menyesatkannya.

Jadilah sebuah skesta ini.

jempolnya numpang lewat....

jempolnya numpang lewat….