Bagaimana Pria dan Wanita Menggambarkan Cinta

Pagi ini saya membaca sebuat artikel di The New York Times (yes I wanna impress you, tumben bukan kolom gosip), tentang How We Write About Love. Satu hal yang menarik buat saya dari artikel tersebut adalah bagaimana pandangan pria dan wanita jika mereka diminta untuk menggambarkan tentang cinta atau sosok idaman mereka.

Dalam artikel itu disebutkan bahwa baik pria maupun wanita merasakan cinta dengan cara yang sama. Tapi jika diminta untuk menceritakan, maka ada sedikit perbedaan.

Kebanyakan cerita pria tentang cinta lebih diwarnai oleh penyesalan dan nostalgia masa lalu. Mereka berharap bahwa hubungan cinta di masa lalu tak seharusnya berakhir, atau menyesali mengapa mereka tidak lebih terbuka secara emosional pada pasangannya dulu, hingga hal tersebut harus berakhir.

Sedangkan wanita lebih cenderung menggambarkan pada harapan mereka tentang cinta. Mereka akan berusaha mengartikan apa cinta itu (berdasarkan keinginan mereka), secara detail menggambarkan harapan mereka, serta karakteristik ideal bagaimana yang mereka inginkan. Bukan berarti bahwa pria tidak memiliki sosok ideal yang mereka harapkan, hanya jika seorang pria jatuh cinta, maka segala macam kriteria itu mungkin sudah tidak terlalu penting lagi. Mereka tidak akan terlalu banyak menuntut agar wanita yang dicintainya harus memenuhi semua kriteria idealnya. Sementara buat wanita meskipun mereka mencintai seorang pria, maka pria tersebut selalu diharapkan memenuhi apa keinginan atau harapan dia tentang kondisi ideal sebuah hubungan cinta atau sosok dengan kriteria yang mereka inginkan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, saya makin memahami mengapa lebih sulit buat pria untuk melupakan cinta pertamanya. Beberapa teman pria mengakui bahwa cinta pertama mereka tak akan pernah terlupakan, bahkan mereka masih akan selalu mencintai si cinta pertama itu, lucky me. Ukuran waktu menjadi suatu hal yang sangat berarti bagi pria, mereka akan mengingat bahwa mereka telah menyimpan kisah cinta itu selama 22 tahun atau 4 tahun lamanya. Bahkan jika diminta untuk menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu, mereka akan bisa menceritakannya dengan baik seolah-olah itu baru terjadi minggu lalu. Saya cukup surprise bagaimana mereka bahkan bisa menceritakan percakapan yang terjadi bertahun-tahun yang lalu bagai membaca buku yang terpentang lebar #kok jadi feeling guilty nih…

Bagi wanita cinta pertama tidak memiliki arti yang terlalu dalam, kecuali jika itu juga menjadi cinta terakhir atau satu-satunya cinta dalam hidupnya. Buat wanita cinta terpenting adalah dimana dia merasa paling bahagia, paling merasa dicintai dan mencintai, tanpa terpaku ke hubungan yang pertama atau kedua, ketiga dan seterusnya.

Seorang wanita juga sepertinya lebih percaya bahwa kisah romantis ideal mereka ada di masa depan, dengan seorang pangeran impian yang suatu saat menjelma menjadi nyata, tentu ini karena sangat dipengaruhi oleh harapan dan impian mereka. Sedangkan seorang pria akan menyatakan kisah romantis ideal mereka terjadi di masa lampau dengan seseorang nyata namun kisahnya tidak berakhir dengan a happy ending. Itu sebabnya kenapa sinetron atau yang lagi happening kayak serial India di TV macam Jodha Akbar atau Korean drama banyak digemari kaum wanita padahal isinya ngayal mulu kan….

Saya jadi mikir nih, kalo seperti ini maka buat para ibu-ibu, tolong awas dan waspada kalo suaminya mau datang ke acara reuni yaaa, karena potensi pria kena CLBK ternyata lebih besar daripada wanita 😀 Karena bagi wanita, mantan pacar itu ya sudah masa lalu gak penting-penting amat. Tapi buat pria mantan pacar bisa jadi masih lebih penting daripada pasangannya sekarang, jadi kalo ada kesempatan si mantan dijadikan gebetan pasti bakal dilakukan #agak-agak nuduh ya? Hehehee….

Namun meski pria lebih berorientasi pada masa lalu, ternyata urusan move on mereka lebih cepat. Begitu aja ngeliat ada cewek bening dikit, mereka udah lupaaaa. Tapi buat wanita biarpun seorang Nicolas Saputra lewat di depan hidungnya, tetap aja nyanyi lagu Sakitnya Tuh Disiniiii….#gagal move on.

Pria dan wanita memang diciptakan berbeda, tapi kita pasti setuju, bahwa cinta tidak membedakan apa pun, baik itu jenis kelamin, usia, pangkat, golongan dan status.

Cinta akan hadir kapan saja dia mau, karena begitulah cinta.

 

 

 

 

All I Ask – Adele

I will leave my heart at the door
I won’t say a word
They’ve all been said before, you know
So why don’t we just play pretend
Like we’re not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

I don’t need your honesty
It’s already in your eyes
And I’m sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you’re the only one that matters
Tell me who do I run to?

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don’t wanna be cruel or vicious
And I ain’t asking for forgiveness
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Maybe, I use those memories a bit too much….

Profesionalisme ala Thaya

Semalam anak saya, Thaya, mengatakan bahwa dia capek sekolah.

Hmmm…apa lagi ini? Saya tidak terlalu menunjukkan interest atas ucapan dia karena anak ini emang suka aneh-aneh. Tapi dasar Thaya, dia lalu mengambil kertas dan pulpen, dan memaksa saya mendengarkan dia bicara.

“Gini lho Ma, pagi itu datang di sekolah, lalu jalan kaki ke kelas lewat pintu sini, lalu naik tangga ke lantai dua. Nah pas istirahat, turun terus ke kantin lewat sini, lalu naik lagi keatas. Ntar pas sholat turun lagi ke aula terus naik tangga lagi lewat sini”, begitu Thaya menjelaskan rute dia sambil mencoret-coret di kertas dan menggambar denah sekolahnya, termasuk pintu, jalan dan tangga yang dia lewati. Thaya menjelaskan semua denah itu plus kegiatan dia jalan, naik turun tangga mulai datang di sekolah hingga pulang sore hari. Sekalian gak lupa dia tambahkan betapa lamanya menunggu kedatangan antar jemputnya.

“Apa sih, Thaya curhat ya?” komentar saya mendengar penjelasan dia yang panjang kali lebar itu.

“Thaya capeekkk Maaaa….., coba Mama pikir, kayak gitu seharian tapi uang sakunya hanya tujuh ribu, gak cukup Ma, beli minum beli ayam di istirahat pertama. Pas istirahat kedua uangnya sudah habis”

“Ya gak usah beli ayam lho, kan kamu dapat makan siang dan bawa bekal juga dari rumah”

“Perut Thaya sakit Ma kalo gak beli ayam, kan lapar….mestinya uang sakunya ditambahin.” Thaya lalu menjelaskan dengan terperinci uang sakunya yang tujuh ribu itu dibelikan apa saja dan endingnya gak cukup buat jajan dia hingga menunggu antar jemputnya datang.

Busyet dah, anak ini kok professional banget ya? Kalah deh para buruh yang demo minta kenaikan UMR tapi gak ngasih perincian pengeluaran dan beban kerja mereka 😀

Thaya berusaha meminta kenaikan uang saku, disertai dengan alasan-alasan yang logis, menyandingkan beban kerja, eh beban sekolah dan semua detail pengeluaran dia, jadi gak asal minta tambahan secara ngawur. Meskipun, bagi saya kelihatannya yang bikin capek adalah beban tubuh dia yang bikin ngos-ngosan saat naik turun tangga.

Oleh karena penjelasan dia yang sangat bagus semalam, pagi ini saya beri dia uang saku enambelas ribu, yang dia terima sambil meringis bahagia.

Oalaahhh dasar anak cerdas ❤

Dealova

Beberapa bulan yang lalu, teman saya si Tiko meminta saya untuk memutar lagu Dealova….eh, maksudnya membuat resensi lagu tersebut. Kata dia, lagu itu memiliki makna yang dalam banget. Terus terang, yang saya tau tentang lagu Dealova adalah lagu ini dinyanyikan oleh teman saya Nasyit – si J-Rock (Jomblo yang Suka Mikir Jorok) – saat reuni perak SMP awal tahun lalu, itu saja saya gak liat tapi hanya denger katanya teman-teman karena saat itu saya lagi beredar ke tempat lain. Dan mungkin sama dengan kebanyakan kaum awam, pikiran saya lagu ini adalah lagu tentang cinta mendayu-dayu yang dinyanyikan oleh Once. Pikir saya, kerjaan gampanglah nulis resensi lagu, sehari juga jadi, begitu jawab saya ke Tiko.

Keesokan harinya mulailah saya mencari lirik lagu Dealova, dan baru tau juga kalau penciptanya adalah Opick. Saya membaca lirik lagu ini berulang kali, berikut lirik lagunya :

aku ingin menjadi mimpi indah…
dalam tidurmu.
aku ingin menjadi sesuatu
yang mungkin bisa kau rindu…
karena langkahku rapuh
tanpa dirimu…
karena hati telah letih.

aku ingin menjadi sesuatu
yang selalu bisa kau sentuh.
aku ingin kau tahu
bahwa kuselalu memujamu.
tanpamu sepinya waktu
merantai hati…
bayangmu seakan-akan…

kau seperti nyanyian dalam hatiku,
yang memanggil rinduku padamu…
seperti udara yang kuhela,
kau selalu ada…

hanya dirimu,
yang bisa membuatku tenang.
tanpa dirimu,
aku merasa diam dan sepi.

Upsss, ternyata……

Lagu ini bukan tentang cinta antara pria wanita, meskipun bisa saja menjadi soundtrack sebuah film dengan judul yang sama, yang berkisah tentang cinta antara manusia. Saya yakin, Opick menciptakan lagu ini untuk cinta yang lebih agung, cinta hakiki, keriduan abadi dan fitrah seluruh umat manusia, yaitu cinta pada Rabb-nya, Allah Ta’ala. Cinta yang menuntun abdi kepada Sang Rabb yang selalu menunggu kedatangan abdi-Nya dengan cinta kasih dan anugrah tak terkira. Bagaimana bisa selama ini mengabaikan cinta-Nya dan sibuk mencinta yang lain?

Itulah mengapa saya tidak bisa menuliskan resensi lagu ini, bukan karena saya gak paham artinya apa. Justru karena saya merasakan rasa cinta dan rindu dan airmata itu, diatas segala rasa cinta yang pernah saya rasakan selama ini. I could not write about it, karena saya pasti menangis….Tak bisa saya gambarkan cinta ini, dan meskipun saya bisa menuliskannya kelak, tak akan semua orang bisa merasakan bagaimana cinta ini.

Maafkan ya Tiko, tapi kamu pasti juga merasakan apa yang saya rasakan. Thanks for being there.

DSC01348

Si J-Rock dan Pak Guru, Reuni Perak Fase389….ini cuma numpang iklan sodara, gak mecing ama judul tulisan blass 😀

 

Sang Maha Guru

Beberapa hari ini saya galau, sedih dan cemburu.

Sebagai orang yang berniat untuk belajar agama, sudah beberapa bulan ini saya mencari tempat pengajian. Saya nanya-nanya ke teman, nyari di internet mungkin ada informasi tentang pengajian di dekat rumah atau yang terjangkau lokasinya, maklumlah waktu saya sudah habis dengan berbagai shooting dan pemotretan di berbagai lokasi. Eits, bukan….saya bukan model, maksudnya saya motret diri sendiri di rumah, di mobil, di kantor dan dimana saja selpie sukesih berada, hahahaa….

Namun entah mengapa, segala usaha saya tidak berhasil. Sampai sekarang, status saya tetap menjadi Jamaah Googleliyah, dan satu-satunya pengajian yang pernah saya hadiri adalah pengajian PKK di kampung yang sudah lama bubar jalan karena ibu ketua pengajiannya sibuk jadi calon DPR :/

Lalu beberapa hari yang lalu, saya menemukan di facebook ada sebuah pengajian yang menurut saya sangat cocok buat saya. Saya kontak sekretarisnya, dan jawabannya tidak ada kelas pengajian tersebut di Surabaya, paling dekat di Jogja dan pusatnya ada di Bandung. Aduh, jika setiap minggu saya harus pergi ke Jogja selama 6-8 bulan, pertama, exit permit pasti gak dapet. Kedua, setiap Minggu saya ngaji baca Quran yang qolqolah aja gak hapal-hapal ini. Belum lagi jika ada kerjaan dan harus lembur di kantor. Intinya, ikut pengajian itu jadi mission impossible deh *sambil ngebayangin sang ustadz kayak Tom Cruise, oiii sediiihnyaaa……

Saya cemburu pada teman-teman saya yang bisa ikut pengajian. Sofie yang bisa ngaji di Kelapa Gading di sela pekerjaannya sebagai polisi PNS. Safrina yang tiap Sabtu ngaji dengan bermacam tema. Ifa yang tiap minggu ngaji di sela kesibukan sebagai ibu rt. Salaf yang suka sowan ke kyai-kyai di berbagai daerah. Tiko yang rajin pasang pp dengan para guru ngaji tasawufnya entah di café mana (lhoo, kok di café sih Tik?). Bahkan saya jeles dengan si Mgr, yang sibuk bisnis tapi masih intensive ngaji meski itu LDII, so what…pokoknya mereka semua bisa ngaji dan punya guru yang membimbing, tempat bertanya dan mendapatkan jawaban. Saya? Hanya seorang jamaah googleliyah, huhuhuuu….*nangis sambil narik sarunge mbah Google, srotttt….

Begitulah, hingga semalam saya tumpahkan kegalauan saya saat sholat malam. Tuhan, kenapa susah sekali jalanku mencari ilmu, ilmu yang akan membawaku ke gerbang-Mu? Sudah mendapatkan arah yang benar, tapi gak ada kendaraan yang membawa kesana. Mengapa mencari pengajian lebih susah dari cari gebetan? *Astaghfirullah, peace Tuhan, acungkan dua jari 😀

Dan pagi ini, saat menuju ke kantor, saya mendapatkan jawaban itu.

Mengapa saya harus sedih karena gak bisa ikut pengajian? Saya sudah ikut pengajian paling akbar, yaitu pengajian kehidupan.

Saya gak punya ustadz? Saya punya Sang Maha Guru, Dialah yang Maha Mengetahui segalanya, yang ilmu-Nya tak bisa dibandingkan dengan ustadz manapun.

Bagaimana saya mendapatkan pelajaran dan pengertian? Sang Maha Guru yang akan memberikan petunjuk-Nya, membimbing saya, menjawab semua pertanyaan saya, memberikan pemahaman terhadap semua pelajaran saya, menyiapkan materi-materinya apa saja yang harus saya baca dan pelajari.

Kapan saya bisa ngaji? 24 jam perhari, perminggu, pertahun, seumur hidup. Hingga nafas terakhir.

Tidakkah saya akan salah langkah dalam perjalanan saya? Banyak orang mencari Tuhan tapi mereka tersesat atau hanya berputar-putar di sebuah tempat, menyangka bahwa itu adalah tujuan akhir perjalanan. Apakah kamu meragukan Sang Maha Guru yang akan menjagamu selalu pada jalan yang benar?

Jika sungguh-sungguh Allah tujuannya, Allah sendirilah yang akan menjaga dari ketersesatan. Allah sendiri yang akan membimbingnya. Namun cara Allah menuntun adalah cara yang sangat misterius (JR Rumi)

Sesungguhnya ini adalah sebuah peringatan: Barangsiapa yang menghendaki, biarlah ia mengambil jalan menuju Rabb-nya. Dan tiadalah kamu akan berkehendak (menempuh jalan itu), kecuali jika itu dikehendaki oleh Allah. Sungguh, Allah itu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
– Q.S. Al-Insaan [76]: 29-30

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa ikhlas dan tetap semangat belajar 🙂

********************

MAN ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, niscaya akan mengenal Rabb-nya” (Kitab Misbah Syari’ah, Imam Ja’far as-Shadiq dari kakeknya Ali r.a dari Rasululloh SAW)

#Barakallahu fikum, buat Sofie yang telah menyampaikan hadits Nabi SAW.

Gak Mau Kurus

Suatu malam saya terlibat percakapan dengan Thaya, anak saya yang gendut, meskipun kalau menurut dia itu bukan gendut tapi disebabkan tulangnya yang besar :/

“Thaya, coba kamu agak kurusan, pasti cantik”, kata saya sambil menyibak rambut poninya.

“Gak mau, ntar gak lucu lagi, dan jadi biasa-biasa aja”, jawabnya.

“Oh begitu ya, kalau kurus itu biasa ya?”

“Iya…..”

Hmmmm bener juga, udah banyak anak yang kurus dan gak lucu kayak dia #sambil mikir berapa duit harus saya keluarkan untuk pelangsingan dia kelak, hikss

Lalu saya beralih ke topik lain, “Tadi gimana renangnya? Bisa?”

“Bisalah”

“Kamu renang gaya apa?” tanya saya karena setahu saya dia gak bisa renang.

“Gaya ubur-ubur”, jawabnya…..

“Hah, gimana itu gaya ubur-ubur?”

“Begini lho…..”, lalu Thaya membalikkan tubuh gendutnya telentang diatas kasur, “Tangannya digerak-gerakkan, sampek lama-lama kelelep”

Saya langsung bisa membayangkan bagaimana penampakan dia di kolam renang dengan baju renang pink-nya…..

Iyaa….kayaknya emang mirip ubur-ubur 😀

Takut Sombong

Tidak masuk surga orang yang di dalam hati ada kesombongan meskipun hanya sebiji sawi (HR.Muslim).

Saya takut, sangat takut pada kesombongan.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan timbulnya kesombongan pada seseorang, antara lain kecantikan atau ketampanan, harta, ilmu pengetahuan bahkan amal ibadah. Dan separah-parahnya kesombongan adalah jika ada orang jelek tapi sombong, atau orang goblok tapi sombong, hahahaa…apalagi kalau udah komplikasi jelek, miskin, goblok dan sombong pula 😀

Bayangin ya, hanya kesombongan di dalam hati aja sudah gak bisa masuk surga, apalagi kesombongan yang diumbar kemana-mana. Jangan dianggap kesombongan dalam hati ini gak terdeteksi oleh Allah swt dan para malaikat-Nya, sehingga misalnya saat kita melihat orang yang cantik dan berbaju sexy di mall, dalam hati kita berkata, “Ah cantik siihh tapi paling masuk neraka karena gak pake hijab”. Ini salah satu bentuk kesombongan karena kita merasa lebih baik daripada si cewek sexy tadi. Padahal aslinya sirik, hahahaa…

Contoh nyata baru saya alami berkaitan dengan kesombongan ini. Bulan Ramadhan yang lalu saya berusaha untuk menjalankan ibadah dengan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Saya mengaji, menyempatkan membaca Quran jika ada waktu, mengurangi gossip, banyak beramal sedekah dan lain-lain. Setelah lebaran saya mereview apa saja yang sudah saya lakukan, dan saya hanya membatin, lumayan tahun ini ibadah saya cukup banyak. Hanya membatin lho, perasaan ini tidak saya ucapkan ke siapa pun. Gak berapa lama, handphone baru saya yang baru dibeli tiga hari, hilang entah kemana. Masya Allah, betapa Tuhan sangat menyayangi saya dan langsung memberikan teguran, bahwa sedekah saya itu belum apa-apa, dan handphone itu harus diikhlaskan untuk sedekah buat yang mengambilnya. Karena saya menyadari kesombongan saya dan mohon ampun pada Allah, tidak sedikitpun rasa penyesalan atau sedih karena kehilangan handphone, gak tau lagi kalau ntar awal bulan tagihan kartu kredit datang dan saya harus membayar handphone yang sudah raib itu…hiks 😦 *belom lunas sodaaraaa….

Karena takut sombong, saya selalu menganggap diri saya bodoh. Masalahnya, saya ini penganut paham keponisme, sehingga pasrah menjadi orang bodoh dan gak mencari informasi dan kebenaran itu bukan gue bangeedde (pake qolqolah :D). Setiap kali saya merasa tidak tahu, maka saya akan tallabul ilmi wal googling, sampai capek dan merasa cukup paham baru saya hentikan surfing saya di rimba internet. Tapi yang namanya kepo, setiap saat ada saja yang membuat saya tergopoh-gopoh dan mantengin layar laptop seharian, bahkan berhari-hari. Begitulah, semakin saya belajar semakin bodohlah saya.

Seorang teman saya meyakini bahwa dia pasti masuk surga, karena dia sangat rajin mengaji, sholat dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Katanya, jika sampai gak masuk surga dia akan protes karena sudah bertobat sedemikian rupa dan beribadah sedemikian banyak. Astaga, emang siapa bisa protes ke Allah swt? Apa gak pernah dengar sabda Nabi saw, jikalau bukan karena jaminan dari Allah swt, bahkan Nabi pun tidak bisa masuk surga hanya karena amal ibadahnya. Saya hanya bisa mendoakan semoga teman saya itu beneran masuk surga, dan saya bersyukur pada Allah yang telah memberi saya teman yang seperti itu agar saya bisa memahami apa arti kesombongan dalam amal ibadah. Akhirnya saya pun menjadi lebih takut akan kesombongan lain, yaitu merasa lebih benar daripada teman saya tadi. Aduuhh, susyahh amat yaa supaya gak sombong ini…

Sebagai manusia, memang sangat susah agar tidak sombong, apalagi ada setan sekampung yang siap disekeliling kita, membisiki hati kita 24 jam penuh, udah pake shift-shift an gitu kerja mereka tanpa ada jeda istirahat sama sekali, busyeet hebat yaa 😀 Trus gimana dong biar gak sombong? Tips dari mommy kepo :

Keep on kepo and pray to God for His makrifatullah. Aamiinn YRA.